Pada era 90an, uang logam dengan nominal 500 rupiah tahun 1991 sempat menghebohkan banyak orang karena disinyalir pada uang logam tersebut terkandung emas di dalamnya. Hal tersebut dilihat dari kandungan warna kuning mengkilap bak emas gemerlap. Tak heran, banyak orang berburu koin tersebut dan mengasahnya menjadi sebuah cincin. Bahkan, pada saat itu banyak pula tukang-tukang pembuat perhiasan berkeliling menawarkan jasa pembuatan cincin dari uang bergambar bunga melati.

Nah, sebenarnya benar nggak sih kalau terdapat bahan cincin di koin 500 rupiah yang sempat hits di era 90an? Ini nih jawabannya…

Coba di ‘logika’ aja kalo harga emas yang tinggi bisa dijadikan untuk bahan membuat mata uang

uang emas 500 rupiah
Uang Emas 500 Rupiah Tahun 1991 (Dok. Istimewa)

Mencetak uang tentu tidak semudah layaknya kita memfotokopi sebuah buku kuliah. Ya, negara tentu telah memperhitungkan biaya produksi untuk sebuah koin dari segi nilai bahan baku dan teknologi (nilai intrinsik), dimana biaya tersebut haruslah lebih rendah dari nominal yang tertera pada uangnya.

Sebagai contoh, jika sebuah uang koin  500 rupiah diproduksi massal tentu saja biaya untuk membuatnya haruslah kurang dari nominal tersebut. Hal tersebut telah dijelaskan oleh Kepala Departemen Cetak Uang Logam dan Logam Non Uang Peruri pada 29 Mei 2013 silam.

Berdasarkan kenyataan ini, mungkinkah uang koin 500 tahun 1991 mengandung emas? Tentu saja tidak mungkin. Sebab harga emas yang mahal jelas tidak akan memenuhi syarat untuk memproduksi uang tersebut.

Ini fakta sebenarnya kenapa uang logam 500 tahun 1991 terlihat seperti mengandung emas

Uang emas 500 rupiah mengkilat
Ternyata terdapat kandungan alumununium brown pada uang emas 500 rupiah tahun 1991 yang memang terkesan lebih mengkilat (Dok. Istimewa)

Dilihat dari bentuk fisiknya, uang keluaran tahun 1991 memang terlihat lebih terang dan gemerlap meski telah kamu simpan selama bertahun-tahun. Nah, itulah yang menyebabkan banyak orang membuat ‘mitos’ bahwa ada kandungan emas di uang logam tersebut. Kenyataannya, sebenarnya pemerintah menggunakan alumunium brown sebagai bahan untuk membuat uang logam tersebut. Karena bahannya yang bagus, alhasil cetakan uang logam tahun 1991 tak mudah pudar warnanya dan banyak orang menyangka sebagai emas.

Jangan salah kaprah lho ya, ternyata ini bahan untuk membuat uang logam 500an tersebut

uang logam
Dibutuhkan kuningan, nikel, dan alumunium untuk mencetak uang logam (Dok. Istimewa)

Kebanyakan uang koin rupiah diproduksi dari logam alumunium, nikel, dan kuningan. Namun, yang paling banyak digunakan pada umumnya adalah alumunium. Mengapa? sebab logam ini keberadaannya sangatlah melimpah dan harganya pun terkesan lebih murah. Termasuk pada uang logam 500 rupiah pun juga tentu saja dibuat dari bahan dasar yang sama yaitu alumunium brown.

Nah, ini lho uang logam keluaran Bank Indonesia yang benar-benar mengandung emas

uang logam
Uang logam berbahan emas sebenarnya, tapi tidak diproduksi massal lho, cuma koleksi (Dok. Istimewa)

Setelah kamu tahu secara jelas bahwa uang koin 1991 tidaklah mengandung emas, sekarang kita harus mengenal dulu mana koin dari Bank Indonesia yang mengandung emas. Ya, Bank Indonesia memang pernah  membuat uang logam dari emas. Namun, uang-uang tersebut tidak disebarkan secara luas dan hanya diproduksi secara terbatas. Uang-uang logam berbahan emas tersebut pun juga hanya dijadikan sebagai koleksi Bank Indonesia.