Viralnesia- Berkunjung ke Long Bawan Yuk! Desa Tersembunyi yang Berada di Perbatasan Indonesia dan Malaysia

Jalan-jalan dengan destinasi wisata berupa pantai mungkin sangat mainstream bagi sebagian travel holic. Nah, jika kamu punya niatan untuk pergi berlibur maka agendakan untuk berkunjung ke sebuah tempat bernama Long Bawan.

Sekilas tak ada yang istimewa ketika kamu pergi berkunjung ke desa tersembunyi tersebut. Namun, siapa sangka jika ketika kamu datang ke tempat tersebut, kamu akan menemukan hal menarik yang mungkin tak dimiliki oleh sebagian traveler manapun.

Menjadi daerah yang terletak berbatasan langsung dengan negara tetangga, Malaysia, di desa ini kamu akan memandang Indonesia dari ujung negeri ini. Fantastis bukan?

Sekilas tentang Long Bawan

Long Bawan Indonesia- Malaysia
(Dok. Istimewa)

Long Bawan adalah desa yang berada di Kecamatan Krayan, Nunukan, Kalimantan Utara. Long Bawan berada di daerah perbukitan, 700-1200 meter di atas permukaan laut dan berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia. Nah, bagaimana keadaan desa tersebut? Berikut beberapa fakta menarik di baliknya.

Tak ada akses jalan darat

Di Long Bawan, Tidak terdapat jalan darat
(Dok. Istimewa)

Letaknya yang berada di perbukitan membuat akses ke Long Bawan sangatlah susah. Berpuluh tahun Indonesia merdeka, masih belum ada jalan darat yang bisa mengantarkan kita ke desa ini. Jika pun ada, jalan tersebut masih belum beraspal. Ironisnya, jalan mulus malah ditemukan di daerah Serawak yang memang sangat dekat dengan Long Bawan. Satu-satunya transportasi yang bisa mengantar kita ke Long Bawan adalah pesawat komersil –dengan jumlah penumpang terbatas, dari Tarakan, Malinau dan Tarakan.

Wah,, hasil tani mereka ternyata banyak yang dijual di negara tetangga

beras adan krayan Long Bawan
(Dok. Istimewa)

Long Bawan memang berada di perbukitan, namun uniknya tanah di sini memiliki permukaan datar sehingga digunakan sebagai tempat membangun rumah dan bercocok tanam. Tanah dan lahan Long Bawan terkenal subur sehingga warga mengelolah ladang mereka dengan sistem organik dengan produk berkualitas seperti beras Adan. Sayangnya, beras Adan ini lebih banyak dijual ke negara tetangga., seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Sisanya, penduduk menyimpan di lumbung serta memanfaatkannya sebagai kebutuhan sendiri.

Desa yang kaya namun terisolir, bikin mewek nih…

long bawan terisolir
long bawan terisolir

Long Bawan tersembunyi di balik gunung-gunung di belantara Kalimantan, sehingga ia tampak terperangkap dalam hutan belantara. Udaranya sejuk dan dingin membuat siapa saja akan merasa betah dan damai. Selain beras Adan yang berkualitas, Apel dan garam gunung adalah dua budidaya lain yang tak kalah berkualitas. Kelompok tani mengembangkan Apel karena memang bisa hidup dengan subur di Long Bawan. Sedangkan Garam gunung dikelolah dari sumur air bergaram. Hasilnya bisa berupa garam dalam kemasan serta garam batangan dengan kualitas super.

Siapkan ringgit, karena mereka melakukan transaksi jual beli tidak dengan rupiah, lho…

ringgit long bawan

Kebanyakan daerah perbatasan Indonesia memang menggunakan mata uang asing untuk alat tukar mereka. Seperti halnya daerah di Timur yang lebih suka berbelanja dengan Kina Papua Nugini, Long Bawan juga menggunakan Ringgit Malaysia sebagai alat tukar mereka. Ekonomi yang sulit juga membuat mereka menggantungkan diri ke negara ini, mulai dari menjual hasil alam hingga belanja kebutuhan pokok. Mirisnya lagi, meskipun berstatus warga negara Indonesia, Long Bawan tak mengenal apa itu uang Rupiah, karena terlalu terisolasi.

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here