Viralnesia – Tiap pasangan pasti ingin momen yang paling sakral dalam hidupnya, yaitu pernikahan, menjadi berkesan. Ada beragam cara untuk mewujudkannya. Misalnya dengan mengenakan busana yang dirancang oleh desainer terkenal atau membuat kue penikahan yang sangat spesial.

Tapi tentu saja hal-hal seperti itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu muncul berbagai macam ide alternatif yang bisa digunakan, salah satunya adalah merayakan hajatan pernikahan di jalur lintasan kereta api.

Rel Kereta Api Tetaplah Bumi Yang Bisa Dipijak

Mungkin bagi penyelenggara resepsi ini menganut konsep bahwa selama yang dipijak itu bumi, maka tempat itu bisa digunakan untuk menggelar acara hajatan. Prinsip yang tepat memang, tapi selain rel kereta api sebenarnya masih banyak tempat yang lebih layak.

Sebuah akun Instagram @newdramaojol.id mengunggah video yang merekam resepsi pernikahan di jalur lintasan kereta api. Greget dan luar biasa memang, banyak komentar dari warganet yang bersliweran menghiasi dunia maya. Mereka mengomentari fenomena tersebut.

Hubungi Kami, Untuk Main Judi Sekarang! SIAP MELAYANI 24 JAM..

Flower

Jika ditampilkan dalam versi hitam putih, mungkin video pernikahan ini akan terkesan romantis. Kereta api akan terlihat lebih klasik. Para hadirin yang duduk di pinggir rel, panitia yang duduk di tengah rel, bahkan panggung pengantin yang memblokade lintasan rel, menambah kemanisan hajatan ini.

View this post on Instagram

yang penting yakin

A post shared by NEWDRAMAOJOL.ID (@newdramaojol.id) on

Menurut keterangan dari PT KAI yang dilansir oleh kompas.com, hajatan pernikahan yang dimaksudkan sudah terjadi beberapa tahun lalu. Karena banyak yang melihat melalui video, banyak yang mengira jika itu merupakan lintasan kereta api aktif. Padahal jalur yang digunakan untuk hajatan itu merupakan jalur buntu yang tidak dilalui oleh kereta api.

Tapi, meskipun itu jalur buntu, PT KAI tetap melarang diselenggarakannya kegiatan di sepanjang rel kereta api. Meskipun jalur di lintasan itu merupakan jalur buntu dan hanya digunakan untuk atret lokomotif, masyarakat tetap dihimbau dan dilarang untuk melakukan segala macam kegiatan di jalur lintasan tersebut.

Bahkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2007, Pasal 181 tentang perkeretaapian sudah disebutkan dengan jelas dan seksaama terkait larangan aktivitas di jalur kereta api.