Viralnesia– Di sebuah kota bernama Longyerbyen terdapat sebuah aturan yang unik, dimana seorang perempuan dilarang melahirkan dan masyarakat di distrik ini tak boleh meninggal di tempat tersebut.

Aturan yang pertama, yaitu seorang perempuan dilarang melahirkan karena saking terpencilnya daerah ini membuat fasilitas berupa rumah sakit bersalin hanya ada satu saja. Akhirnya, mau tak mau seorang wanita yang ingin melahirkan lebih baik untuk segera diterbangkan ke Oslo, ibukota Norwegia.

Selain larangan wanita melahirkan, lebih aneh lagi jika di daerah ini memiliki aturan untuk melarang kematian. Ya, Longyearbyen merupakan sebuah tempat yang bebas akan tanah kuburan.

Longyearbyen
Pemerintah mengeluarkan aturan untuk dilarang mengebumikan orang yang meninggal di Longyearbyen (Dok. Istimewa)

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Ya, hal itu karena ternyata sudah menjadi peraturan pemerintah.

Sejak tahun 1950, secara hukum disahkan bahwa tak ada seorang pun yang diizinkan mati di kota ini, sekalipun ia adalah orang yang seumur hidup tinggal di daerah tersebut.

Jika ada keluarga yang sakit parah dan kemudian meninggal, maka jasadnya akan diterbangkan ke luar pulau dan dikebumikan di tempat lain.

Eitss… alasan dilarangnya penduduk dikebumikan di Longyearbyen memang sedikit horror. Pada tahun 1950, mayat yang ditemukan di pemakaman tidak membusuk karena permafrost atau tanah yang membeku karena terlalu dingin.

Longyearbyen
Lanskap Longyearbyen yang indah (Dok. Istimewa)

Akibatnya virus mematikan di dalam tersebut dapat tetap hidup dan sangat mungkin dapat menginfeksi kembali penduduk yang masih hidup ketika permafrost mencair. Sejak saat itulah, di daerah tersebut mulai diberlakukan aturan akan pelarangan menguburkan orang di tempat tersebut.

Sampai saat ini, kematian dan kuburan di kota tersebut menjadi hal yang ilegal. Jelas sekali, tujuan pemberlakuan aturan tersebut adalah untuk melindungi penduduk yang hidup dari virus mematikan yang dapat mematikan mereka. Jadi, keluarga yang masih hidup harus merelakan kehilangan keluarga dan orang yang mereka cintai demi keamanan masyarakat Longyearbyen.