Viralnesia – Dinding salah satu tiang bangunan Gedung Center of Art Design and Language (CADL) di Institut Teknologi Bandung (ITB) runtuh. Rerutuhan dinding itu menimpa mahasiswa yang tengah duduk-duduk di bawahnya.

Insiden ini terjadi Sabtu (22/7) pukul 15.15 WIB. Saat itu memang banyak mahasiswa yang duduk-duduk di tangga dekat tiang. Mereka baru saja mengikuti acara wisuda di ITB. Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima kumparan(kumparan.com), batu-batu yang menempel pada salah satu tiang di pojok gedung tiba-tiba runtuh. Batu tempel tersebut berukuran sekitar 15 cm, 20 cm, hinggal 25 cm.

Lembaga Kemahasiswaan ITB, Bambang Setia Budi, memprediksi jatuhnya batu-batu tersebut karena tidak menempel dengan baik ke bidang beton kolom-kolomnya.

“Ini ada kesalahan teknis dalam pengerjaan dan mungkin juga dalam speknya. Mestinya menempelkan batu tidak begitu saja ke beton yang sudah kering dan dalam kondisi mulus. Harusnya dibuat tidak rata atau diberikan angkur atau besi-besi beton sehingga merekat,” kata Budi, Sabtu (22/7).

Dinding Gedung ITB Yang Runtuh

Setelah kejadian ini, semua batu tempel yang runtuh tersebut dikumpulkan dan dipasang ulang. Bila tidak, dikhawatirkan batu-batu pada sisi tiang lainnya akan terjadi hal yang sama.

“Kita semua berduka dengan kejadian ini, dan bahkan gedung CADL ini harus dievaluasi menyeluruh. Bila tidak khawatir ada kejadian yang berulang atau bahkan bisa lebih parah dari kondisi ini,” tuturnya.

Saat runtuh, batu tempel tersebut mengenai mahasiswa Desain Interior ITB angkatan 2014. Ada 5 mahasiswa yang mengalami luka-luka akibat dari musibah ini.

Kelima mahasiswa itu, antara lain:

1. Litha. Korban kehilangan jari manisnya sebelah kiri. Potongan jari manisnya ditemukan tak jauh dari reruntuhan. Dia juga mengalami lecet-lecet di banyak tempat. Setelah tertimpa reruntuhan batu tempel, kondisi korban sadar namun syok.

2. Angelica Ulinara. Korban mengalami luka ringan kaki dan tangannya. Kondisinya stabil dan sudah diperbolehkan pulang.

3. Annisa Arida. Kepala korban tertimpa batu dan ada retak di kepala, tetapi masih sadar.

3. Dafina Mazaya. Punggung korban terkena reruntuhan batu. Korban dilaporkan sempat sadar ketika batu tempel runtuh. Dia bersama dengan mahasiswa lainnya ikut berlari. Namun batu besar menimpa punggungnya.

5. Agniatun Nissa. Korban mengalami luka yang paling parah karena reruntuhan batu mengenai kepalanya. Korban saat ini dalam kondisi tidak sadar, dan menurut keterangan dokter kemungkinan ada yang remuk di bagian kepala karena terkena jatuhan batu. Saat ini sedang dilakukan tindakan CT Scan.

Baca Juga : Swietenia Salah Satu 100 Perempuan Inspiratif, Pungut Sampah Di Arus Kencang Meski Taruhannya ‘hidup Atau Mati’