Viralnesia– Kapal bernama Dmitrii Donskoi yang menjadi perburuan bak mencari harta karun selama 113 tahun menuai hasil, dimana bangkai kapal perang milik Rusia tersebut ditemukan di lepas pantai Korea Selatan (Korsel). Mereka yang menemukannya pun seperti mendapatkan durian runtuh, dimana kapal tersebut disebut-sebut membawa emas senilai USD 196 miliar.

Kapal perang tersebut ditemukan di Pulau Ulleungdo dan diperkirakan kapal tersebut tenggelam selama Perang Rusia-Jepang serta berhasil mengangkut emas dari seluruh armada kapal.

Dmitrii Donskoi merupakan kapal penjelajah berlapis baja milik armada Baltik Angkatan Laut Rusia yang dikerahkan ke Pasifik dalam Perang Rusia-Jepang pada tahun 1904-1905. Kapal tersebut juga memiliki peran vital dalam Pertempuran Tsushima yang menjadikan saksi atas kekalahan armada laut Rusia dengan Jepang.

Dalam catatan sejarah, Dmitrii Donskoi membawa perbendaharaan seluruh armada yang akan mencakup biaya pelabuhan dan juga gaji para pelaut dan perwira. Kemungkinan, emas dari berbagai kapal lain yang rusak pada pertempuran tersebut pun bisa jadi diangkut ke kapal perang tersebut.

Dmitrii Donskoi ditemukan

Kapal Perang Youtube
Kapal Perang Dmitrii Donskoii (Dok. Istimewa)

Mendengar bahwa kapal Rusia tersebut membawa emas dengan jumlah yang banyak, perusahaan pemburu harta karun asal Korea Selatan, yaitu Shinii Group tertarik untuk memburu harta karun tersebut. Kabarnya, perusahaan tersebut juga melakukan ekspedisi memburu harta karun Dmitrii Donskoi dan kini tengah mempersiapkan operasi gabungan dengan perusahaan-perusahaan asal China, Kanada, dan Inggris untuk mengambil harta karun yang tenggelam.

“Kami melihat hal-hal yang terlihat seperti kotak harta karun, tetapi kami belum membukanya,” bunyi pernyataan perusahaan tersebut.

“Kami akan membukanya pada waktunya,” imbuh pernyataan itu seperti dikutip dari Daily Express, Rabu (18/7).

Perusahaan pemburu harta karun Shinii Group pun juga telah berjanji untuk menyerahkan 10 persen dari uang yang ditemukan pada kapal perang pada proyek investasi di Pulau Ulleng, dimana lokasi tersebut menjadi salah satu destinasi wisata paling populer bagi negeri gingseng.

Shinii Group juga diharapkan mampu membuat museum tentang kapal yang tenggelam. Museum tersebut kemungkinan juga akan melakukan pameran bernama Kapten Ivan Lebedev, yang meninggal beberapa hari setelah Pertempuran Tsushima.

Tak ketinggalan, Rusia pun juga akan mendapatkan bagian yang sama dari harta karun tersebut karena mereka adalah pemilik kapal yang sah dan telah membantu perusahaan Korea Selatan dalam melakukan pencarian tersebut.

Dana besar tersebut pun kabarnya juga dapat digunakan untuk proyek bersama Rusia dan Korea Selatan, seperti kereta api yang menghubungkan antara Negeri Beruang Merah dengan Negeri Gingseng.