Viralnesia– Suka ngegosipin kejelekan temanmu dengan kirim screen capture Whatsapp ke teman gosipmu? Mulai sekarang hentikan hal tersebut. Atau kalo tidak, sangsi berat akan menghampirimu.

Yupz! Hal tersebut telah dimuat dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Nah, dalam undang-undang tersebut terdapat dua pasal yang terkait dengan penyebaran capture percakapan chat via WhatsApp dan kawan-kawannya telah termaktub dalam undang-undang Pasal 26 dan 27 Ayat (3).

Untuk pasal 26, telah dituliskan tentang ketentuan mengenai data pribadi. Nah, hal ini berhubungan dengan nama, nomor dan foto yang terkadang tidak disensor oleh para pengunggah. Kalau sudah begitu, orang-orang yang datanya sudah tersebar ke media sosial tanpa ada persetujuan darinya, maka ia berhak untuk mengajukan gugatan.

chat capture
salah satu capture dalam percakapan di WhatsApp(Dok. Istimewa)

Tak peduli itu hanya bersifat bercanda, tetap saja hal tersebut melanggar hukum. Kasihan kalau kata-katanya memalukan lalu kita unggah untuk diketahui banyak orang, sama saja bahwa kamu telah membuka aibnya. Seharusnya, percakapan di WhatsApp dan teman-temannya, cukup kamu, dia serta Tuhan saja yang tahu.

Pasal 27 Ayat (3) dituliskan mengenai pencemaran nama baik. Kalau yang satu ini berkaitan dengan penambahan caption-caption. Biasanya banyak dari anak-anak ABG zaman now mengunggahnya dengan ditambahkan caption yang terkadang menyinggung perasaan atau bahkan merendahkan si pengirim chat.

chat whatsapp
Chat sama gebetan (Dok. Istimewa)

Barangkali hal tersebut terlihat lucu, namun tidak bagi orang yang dimaksud lho. Jika sudah seperti itu, kalian bisa diancam sanksi pidana. Sebagaimana diatur dalam Pasal 45 Ayat (1) kalau sudah melakukan tindak pencemaran baik, maka orang tersebut bisa dihukum penjara maksimal enam tahun atau denda paling banyak satu milyar rupiah.

Nah, mulai sekarang segera deh buat meninggalkan hal yang gak penting itu. Namun, jika kalian masih saja gatal ingin mengunggahnya, bisa minta izin dahulu kepada sang pengirim chat. Kalau ia mengizinkan, ya bolehlah kalian mengunggahnya, asal menggunakan caption yang sopan dan tidak bersifat menyinggung. Tapi jika tidak, jangan coba-coba deh untuk mempublikasikannya.