Viralnesia – Selalu kembali kepada rumus kuno yang selalu manjur, yakni tiap sesuatu pasti memiliki makna dan alasan. Itulah yang melandasi artikel ini untuk mengusik dan menguak kebenaran dari sejarah masa lalu Indonesia.

Dari seluruh literasi dunia, pasti disebutkan sebuah kerajaan yang sangat jaya. Kerajaan itu berada di wilayah Asia Tenggara. Nama dari kerajaan itu adalah Majapahit.

Pendirian kerajaan ini tidak dapat dilepaskan dari beberapa konflik yang sebelumnya telah menyertai. Seperti pergolakan dengan tentara Mongol di era kerajaan Singashari, hingga perang saudara terhadap Jayakatwang, raja dari Kediri.

Ibu Kota Kerajaan

Sebenarnya, Raden Wijaya selaku Maharaja Pertama dari kerajaan ini memberikan nama Sastro Wulan sebagai ibukotanya. Lokasi dari ibu kota inipun berada di Jawa Barat, tepatnya Bandung.

Tapi karena tata bahasa Nusantara saat itu suka menggabungkan dua kata, maka nama Sastro Wulan pun perlahan berubah menjadi Trowulan. Ternyata kata wulan memiliki makna bulan atau rembulan. Sedangkan sastro adalah suatu hal yang dapat dibaca.

Ibu Kota Majapahit Namanya Trowulan

Anehnya lambang dari kerajaan Majapahit adalah matahari, yang dikenal sebagai Surya Majapahit. Pastinya adanya kontras dari lambang dan nama ibu kota ini menjadi pertanyaan yang menggelitik untuk sebagian besar pihak.

Makna Tersembunyi

Ternyata, Maharaja dari Majapahit ini memang ingin menyampaikan sebuah tanda kepada anak cucunya. Ia ingin generasi penerusnya memperhatikan bulan. Hal ini berkaitan dengan sebuah nubuat dari Maharaja sebelumnya, yaitu Jayabaya.

Maha Prabu Jayabaya dalam jangkanya menyatakan bahwa bulan akan menjadi dua dan memiliki ekor. Hal itu akan menjadi penanda dari bergantinya zaman. Tepatnya dari zaman kalabendu menuju zaman kebahagiaan.

Sastro Wulan memiliki arti sebagai bacalah bulan. Ini menandakan bahwa bulan menjadi tanda yang valid untuk menandai suatu peristiwa, karena setiap orang di belahan bumi manapun dapat melihatnya.

Mungkin sebagai anak cucu beliau, kita harus memandang dan terus mengamati bulan hingga sang fajar dan matahari kebahagiaan bersinar di bumi Nusantara. Kapankah masa itu? Mendoalah supaya masa itu disegerakan!