Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan bekerja sama dengan Badan Energi Denmark beserta Kedutaan Besar Denmark di Indonesia untuk mengembangkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) berupa Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB).

Ignasius Jonan, selaku Menteri ESDM mengatakan bahwa ada empat aspek dalam pengembangan PLTB, yaitu lokasi, kapasitas, teknik yang digunakan, beserta mitra lokal yang akan diajak kerja sama.

Pemerintah telah menargetkan pergantian atau bauran EBT pada tahun 2025 mencapai 23%. Bauran ini perlu dicapai supaya #tariflistrikmurah dan #tariflistrikterjangkau untuk rakyat bisa terpenuhi.

Untuk memenuhi tujuan tersebut, tentu saja tidaklah mudah. Pemerintah, melalui Kementerian ESDM dan PLN perlu melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait #penyederhanaangolonganlistrik dan renegoisasi kontrak kerja sama dengan pihak penyedia listrik swasta (IPP).

Hubungi Kami, Untuk Main Judi Sekarang! SIAP MELAYANI 24 JAM..

Flower

Apalagi, saat ini penyediaan listrik EBT di Indonesia masih kurang dari 15%. Tapi, pemerintah sangat optimis untuk mengembangkan sumber energi alternatif. Misalnya, di Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan kini sudah dibangun tiga PLTB.

Dengan kerja sama ini, Jonan sangat berharap tarif energi yang murah di Indonesia bisa tercapai.

Kerja Sama Energi Terbarukan

Syofvi Felienty Roekman, selaku Direktur Perencanaan Korporat PLN menerangkan bahwa pihak PLN hingga saat ini masih melakukan kajian yang sangat mendalam terkait dengan lokasi-lokasi potensial yang akan dijadikan sebagai tempat pembangkit listrik bertenaga angin dan matahari.

Saat ini, wilayah Indonesia bagian timur menjadi prioritas lokasi untuk penyediaan sumber pembangkit listrik yang menggunakan EBT. Selain untuk pemerataan pembangunan dan distribusi listrik yang berkeadilan, wilayah Indonesia Timur memang mempunyai banyak potensi sumber daya alternatif yang bisa digunakan sebagai energi pembangkit listrik.

Masyarakat perlu tahu bahwa energi pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil, seperti bahan bakar minyak (bbm), batu bara, dan gas, justru lebih mahal harganya. Sehingga membuat harga listrik naik.

Oleh sebab itu, dengan dukungan masyarakat terkait penggunakan EBT sebagai sumber daya pembangkit listrik akan membuat tarif listrik menjadi murah. Tarif listrik pun menjadi terjangkau untuk masyarakat. Sehingga produktivitas masyarakat akan semakin meningkat.