Blue film merupakan sebuah industry yang moncer dan masih diyakini sebagai salah satu wujud produk kebudayaan paling menguntungkan di seluruh dunia.

Jika produksi film  mayor semakin hari semakin bertambah, begitupula dengan produk blue film juga semakin menjamur di setiap Negara.

Jika di Jepang merebak nama Miyabi sebagai salah satu bintang porno popular dari negeri sakura, atau Asia Carerra yang banyak dijajakan di beberapa toko bawah tanah. Sebenarnya film porno kita telah menjadi salah satu produksi yang legal untuk beberapa Negara karena dirasa dapat menambah pendapatan Negara.

Nah, menurut penelitian, Negara-negara maju seperti Belanda, Korea, Prancis, Jerman, Amerika Serikat, dan Jepang menjadi yang paling produktif melahirkan film yang membuat syahwat naik turun.

Film La Bonne Auberge

Namun, tahukah kamu film porno yang pertama kali diproduksi di dunia?

Ya, itulah La Bonne Auberge, sebuah film porno pertama dunia yang diproduksi pada tahun 1895 yang dibesut oleh Eugene Pirou dan Albert Kirchner.

Film-film buatan Pirou tersebut menjadi inspirasi bagi para pembuat film Pernacis untuk menampilkan wanita yang menanggalkan pakaiannya.

Menurut Patrick Robertson dalam buku Film Facts, A L’Ecu d’Or ou la bonne Auberge’ yang dibuat di Perancis ini memiliki narasi seorang prajurit lelah yang memiliki janji untuk bertemu dengan seorang pelayan cewek di sebuah penginapan.

Setelah keberhasilan film tersebut, maka bermunculanlah beberapa film-film porno lainnya seperti film produksi Jerman berjudul Am Abend yang diproduksi sekitar 1910, dimana film berdurasi 10 menit ini menceritakan tentang seorang perempuan yang tengah melakukan masturbasi demi memuaskan hasrat seksualnya sendiri.

Pada tahun 1920 an film porno pun tersebar luas di era film bisu pada tahun 1920an dan sering diputar di beberapa rumah bordil sebagai salah satu fasilitas yang disajikan kepada para lelaki hidung belang.

Meski film porno masih dianggap illegal, maka blue film atau yang popular disebut dengan stag film pun terus berproduksi secara klandenstin mulai tahun 1940an.

Film-film tersebut pun kemudian didistribusikan secara pribadi atau oleh beberapa pedagang keliling dengan risiko penjara jika terciduk.

Nah, sudahkah kamu menontonnya? Ups! Awas lho nanti ditangkap oleh aparat…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here