Viralnesia – Kebanyakan sinetron di Indonesia sering memberi judul yang kadang agak membingungkan dan justru lebih mirip ke permainan kata-kata. Seperti Anakku Bukan Anakku, Suamiku Bukan Milikku, Suami Bawa Istri Baru ke Pemakaman Istri Tua, dsb. Tapi kisah tentang Mantan Guruku Adalah Istriku bukanlah judul sinetron, melainkan peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi.

Manusia memang punya rencana, tapi tetap Tuhan yang menentukan. Itulah gambaran yang terjadi pada kisah cinta romantis yang terjadi di negeri Jiran ini.

Surat Cinta Guruku Istriku

Siapa sangka Malaysia akan menjadi saksi dari kisah cinta mereka berdua. Berawal dari pertemuan di sekolah, tapi dengan status guru dan murid, Muhammad Hazim Shahidan jatuh cinta kepada gurunya, Siti Aishah Pakechik.

Cinta Pandangan Pertama

Hubungi Kami, Untuk Main Judi Sekarang! SIAP MELAYANI 24 JAM..

Flower

Jodoh memang tak akan kemana. Pepatah itu benar-benar terjadi dalam hidup Hazim. Bukit Mertajam, Pulau Pinang menjadi saksi dari perjuangan cintanya.

Cinta Tak Kenal Status Istriku Guruku

Pada mulanya, saat Hazim masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), ia menyatakan cintanya kepada cikgu (guru) Aishah. Tentu saja cikgu aishah saat itu hanya menanggapi ucapan Hazim sambil lalu. Karena menurutnya sangat wajar untuk seorang lelaki di usia Hazim merasakan jatuh cinta.

Tapi keisengan Hazim yang kerap mengganggu dan bergurau dengan cikgu Aishah membuat hubungan keduanya semakin dekat. Meskipun Hazim kerap melontarkan ucapan bahwa ia akan menikahinya cikgunya, tapi oleh Siti Aishah ucapan itu hanya diabaikan saja.

Cinta Pandangan Pertama Guruku adalah Istriku

Penantian Lima Tahun

Tekad dan kesungguhan hati akan mengalahkan segalanya. Untuk membuktikan rasa cintanya Hazim memerlukan waktu kurang lebih selama lima tahun. Saat Hazim meminta kepada cikgu Aishah untuk menunggunya selama lima tahun, cikgu justru berkata bahwa dirinya sudah tua bila harus menunggu muridnya itu. Meskipun jawabannya saat itu hanya untuk menyenangkan Hazim.

Tapi siapa sangka, Tuhan yang menentukan. Lima tahun kemudian Hazim benar-benar melamar sang cikgu. Bagi Hazim, mendapatkan cinta sang guru tidaklah mudah. Cintanya kerap ditolak oleh sang guru.

Pernikahan Guruku Istriku

Niat dan usaha membuat pria yang berusia 21 tahun ini tak kenal menyerah. Aishah pun memberikan syarat kepada Hazim supaya membuat orang tuanya setuju. Pucuk dicinta ulam pun tiba, kerja keras Hazim selama lima tahun ini mampu meyakinkan orang tua Aishah, sehingga mereka pun direstui oleh orang tua masing-masing untuk menikah.