Mengenal Sosok Nurdin Basirun Gubernur Kepri Yang Terjaring Operasi OTT Yang Sering Muncul DI Tv Bersama Indonesia

0
31

Mengenal sosok Nurdin Basirun Gubernur Kepri yang terjaring operasi OTT.
Lahir pada 07 Juli 1957 di Moro Kabupaten Karimun. Ayahnya seorang guru yang berasal dari Sungai Raya Karimun dan Ibunya merupakan penduduk asli Moro.
Semasa kecilnya Nurdin senang sekali berenang di pantai, bermain diparit, dan memanjat pohon.

Nurdin juga merupakan anak yang rajin membantu kedua orang tuanya saat dirumah.
Ia kerap membantu ibunya menyapu, mengepel rumah, dan dia juga kerap membantu bapaknya mengumpulkan kayu, menangkap ikan dan menjaring ikan sering ia lakukan bersama orang tuanya.

Hobi Berenang dan Handal Menahkodai Kapal

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun

Layaknya anak yang tinggal di Kepulaan Karimun yang mana memiliki banyak pulau-pulau kecil. Sejak kecil kecil Nurdin senang sekali berenang di lautan bersama teman-temannya.
Nurdin bahkan dapat mengemudikan kapal dengan baik dan handal. Kecintaanya atas laut dan kapal bahkan membuatnya pada saat kunjungan kerja ke Anambas Nurdin lebih memilih menggunakan Kapal dan menempuh perjalanan selama 9 jam ketimbang harus naik pesawat.

Pekerja Keras

Nurdin mengemban pendidikan S1 hingga S3 nya di kota Surabaya.
Sebagai sosok yang berasal dari keluarga biasa membuat sosok Nurdin menjadi pribadi yang tangguh dan pekerja keras. Biaya pendidikannya S1 hingga S3 ia bayar sendiri dari hasil kerja kerasnya. Semasa kuliahnya Nurdin merupakan mahasiswa berpretasi yang kerap mendapatkan penghargaan dari Universitasnya.

Hubungi Kami, Untuk Main Judi Sekarang! SIAP MELAYANI 24 JAM..

Flower

Dalam karirnya pun Gubernur Kepri ini memiliki sepak terjang yang sangat baik.
Pada tahun 2000 pernah menyambat sebagai Direktur Perusahaan Pelayaran Rakyat.
Kemudiaan pada tahun 2001 Nurdin terjun ke dunia Politik.
Pada tahun itu juga Nurdin menjabat sebagai wakil Bupati periode 2001-2005, lalu Nurdin menjabat sebagai Bupati selama dua periode yaitu periode 2005 – 2015, dan menjadi Gubernur Kepri pada periode 2016 hingga sekarang.

Terkena Operasi Tangkap Tangan

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

Gubernur Nurdin Basirun tadi malam terjaring operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK yang diduga sedang melakukan transaksi terlarang mengenai perizinan reklame.
Dalam OTT tersebut berhasil di amankannya mata uang asing sebesar SGD6.000 yang di duga terkait izin lokal rencana reklamasi. Informasi tersebut di dapatkan dari masyarakat yang menduga akan ada terjadinya transaksi para kepala daerah, selain itu juga berhasil diamankannya beberapa pihak dari kepala daereah, kepala dinas, kepala bidang dan staf dari dinas bidang kelautan dan tidak hanya itu diamankannya juga turut diamankan juga pihak swasta yang ada  di tempat. Menurut keterangan Febri Diansyah, selaku juru bicara KPK.

Total Kekayaan Hingga Rp.5,873 Miliyar

Menurut pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Pada 29 Mei 2018 Gubernur Kepri Nurdin Basirun melaporkan harta kekayaannya itu atas harta kekayaannya pada 2017 dengan jabatannya sebagai Gubernur Kepri.

Total nilai aset Nurdin berupa tanah dan bagunan yang berlokasi di Kabupaten Karimun, Kepri mencapai Rp. 4.461.428.564, dan juga 3 mobil yang di tafsir senilai Rp370.000.000, selain itu juga Nurdin memiliki harta bergerak yang apa bila di tafsir senilai Rp460.000.000  dan juga kas yang bernilai Rp581.691.952.