Viralnesia– Seorang teman pernah memberikan tanggapan bahwa memegang stang motor dengan tangan terbalik sudah menjadi kebiasan lamanya. Jika alasan utamanya adalah karena faktor kebiasaan tentu menjadi hal yang lumrah, tapi kalo kebiasaan tersebut dianggap sebagai sebuah gaya dalam mengendarai sepeda motor tentu hal yang patut diluruskan.

Nah, tak hanya pada kebiasaan teman saya, namun perilaku mengendarai sebuah sepeda motor dengan tangan terbalik adalah hal yang melanggar undang-undang lalu lintas. Fakta menariknya, kebanyakan mereka yang melakukan kebiasaan tersebut datang dari kalangan wanita.

Secara sekilas, seberapa nyaman sih memegang stang motor dengan gaya tersebut? Jika dilihat dari posisinya, tangan tidak dapat menarik gas dengan maksimal. Disamping itu, tangan juga akan lebih mudah lelah jika berkendara dengan metode yang tak ada sedikitpun manfaatnya.

pegang stang terbalik
Pegang stang terbalik menjadi kebiasaan para pengendara motor (Dok. Istimewa)

Fenomena berkendara yang unik satu ini pun telah dibahas oleh pemilik akun facebook, Moko Al Juasof. Di laman facebook pribadinya ia menyebutkan “WARNING!! Pokok nya kalau lu liat cewe ngendarain motor dengan posisi tangan seperti di gambar (sumber kaskus) mending lu jauhin / jaga jarak aman minimal 100 meter terlebih kalau udah kombinasi nya dia pakai jaket / sweater posisi nylampir dari depan & cuma nutupin lengan – lu ga usah pikir panjang langsung menjauh 200 meter..”.

Nah, lewat ulasan ini saja sebenarnya sudah membuktikan jika cara mengemudi seperti hal tersebut sungguh berbahaya. Tak hanya untuk diri sendiri saja, malah orang lain juga bakal kena imbas dari kecerobohan tersebut.

kendaraan bermotor
mengendarai kendaraan bermotor dengan stang terbalik bisa berakibat fatal (Dok. Istimewa)

Dilansir dari Kompas.com, praktisi keselamatan berkendara bernama Muhammad Yunus pun juga turut angkat bicara. Menurutnya, posisi menggenggam terbalik membuat pengendalian sepeda motor berkurang. Terutama ketika terjadi kondisi di mana sang pengendara membutuhkan reaksi cepat. Ia juga mengungkapkan jika akibat dari kebiasaan tersebut  bisa menjadi fatal, dapat menimbulkan kecelakaan atau bahkan tergelincir. Hal tersebut disebabkan karena posisinya tak mempunyai kekuatan mengontrol kendaraan dengan baik.

Secara hukum, termuat di Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada pasal 311 Ayat (1) disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara, atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang, dapat dipidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp3 juta.

Nah, bagi kamu yang sering berkendara dengan cara demikian mending segera ubah cara berkendara yang kurang tepat tersebut. Yuk, mulai cerdas dalam berkendara!