Penyebab Keluarga Lena huni gubuk bermaterial seng bekas kandang ayam, anak terpaksa putus sekolah-Kisah pilu datang dari sudut tersembunyi di Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalimantan Barat (Kalbar).Satu keluarga terdiri dari ibu dan ayah serta empat anak tinggal di sebuah gubuk tak layak huni di Jalan Tani, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, KKR.

Sudah dua bulan mereka tinggal di gubuk ini, tepatnya sejak rumah lama di Siantan Hulu, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dijual orangtua.
Gubuk itu bisa berdiri atas bantuan warga lain dengan menumpangkan tanah serta memberikan seng bekas kandang ayam.Keluarga inipun melalui siang dan malam, di gubuk tersebut.

BACA JUGA :Teluk Benoa Jadi Kawasan Konservasi Maritim

Hujan lebat dan angin kencang pun kerap membuat mereka cemas.Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya tidak akan lepas tangan terhadap kondisi Sapri dan Lena beserta empat anaknya yang tinggal di dalam gubuk reyot.

“Prinsipnya kami selalu siap dan berupaya membantu kondisi warga maupun masyarakat yang hidup dalam kesulitan,” ujar Muda saat dihubungi.Lebih lanjutnya, Muda menuturkan saat ini yang menjadi kendala adalah secara administrasi, yang bersangkutan adalah warga asli Kota Pontianak.

“Hanya saja Kartu Tanda Penduduknya (KTP)-nya warga Kota Pontianak jadi secara administrasi kami sulit. Namun secara kemanusiaan sudah dikunjungi oleh Dinas Sosial dan Camat Ambawang bersama Kepolisian setempat memberikan bantuan untuk membangun rumah yang layak huni dalam waktu dekat,” terangnya.

Terkait satu di antara anak yang bersangkutan telah putus sekolah.Muda memastikan, pemerintah akan membantu semaksimal mungkin, melalui Bosda Kubu Raya.”Pemkab melalui Dinas Pendidikan Kubu Raya bersama sekolah akan membantu, mulai dari seragam anak sekolah serta perlengkapan lainnya gratis diberikan,” jelasnya.

Lengkapi Persyaratan keluarga

Camat Sungai Ambawang, Satuki mengatakan Lena beserta keluarganya harus melengkapi berbagai persyaratan administratif pendudukan dikarenakan telah memilih berdomisili di Kabupaten Kubu Raya (KKR).”Kita terkendala di sisi administratif, jika yang bersangkutan telah mengurusnya. Kita dapat memberikan bantuan sosial seperti kesehatan, pendidikan dan yang dibutuhkan,” kata Camat.

Menurutnya, prosedur administratif kependudukan dinilai sangat penting guna mendapatkan akses pelayanan publik dan sebagainya.”Saya berharap, mereka dapat segera mengurus administrasinya. Surat pindahnya di urus terlebih dahulu,” imbuhnya.Lebih lanjutnya, ia mengajak seluruh masyarakat dapat juga ikut terlibat memberikan bantuan kemanusiaan bersifat sosial ini.

“Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun dari semua elemen masyarakat juga dapat memberikan kontribusinya membantu sesama,” kata Camat.Suami istri harus berjuang menghidupi empat anaknya di sebuah gubuk berdinding seng bekas bak kandang ayam di Jalan Tani, Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Keluarga ini merupakan warga asli Siantan Hulu, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.Namun terpaksa pindah ke gubuk itu setelah rumah lama mereka dijual bapak mertuanya dua bulan lalu.Lena, sang ibu, enggan menceritakan prihal itu lebih jauh.
Dikutip dari Kompas.com, menurut Lena, alasan mereka memilih tinggal di gubuk itu lantaran keterbatasan ekonomi.

“Suami kerja serabutan. Anak 4 orang. Jadi saya bersama suami buat rumah di sini,” kata Lena, Jumat (11/10/2019).
Lena melanjutkan, pembangunan gubuk itu pun dengan memanfaatkan bantuan warga-warga lain dengan menumpangkan tanah serta memberikan seng bekas kandang ayam.

“Untuk kayu-kayunya, saya sama suami mencari pohon di hutan,” tuturnya.Lena menceritakan, keempat anaknya masing-masing berusia 15 tahun, 14 tahun, 5 tahun dan 1 tahun.Anak tertuanya sudah putus sekolah sejak 2 tahun lalu lantaran tidak ada biaya.Sedangkan, anak keduanya masih sekolah menengah pertama kelas VII juga terancam putus, karena masalah serupa.

“Sehari-hari, saya ke hutan mencari ubi dan sayur pakis untuk dijual dan dimakan,” terangnya.Lena mengatakan, yang paling mengkhawatirkan adalah saat musim hujan seperti sekarang ini.Anak-anak harus mencari posisi duduk dan tidur agar tidak terkena hujan.Situasi itu diperparah dengan kondisi anak pertamanya yang sering demam karena pernah terjatuh.

Saat ini saja, Lena mengaku telah 4 hari mengalami diare dan tidak bisa berobat karena tidak memiliki biaya dan BPJS Kesehatan.”Saya berharap pemerintah memberi perhatian dan bantuan untuk sekolah anak dan biaya kesehatan mereka,” ucapnya.

Koordinasi buruk aparatur pemerintah Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Yandi mengatakan, adanya satu keluarga yang menempati gubuk berdinding seng bekas mirip kandang ayam akibat buruknya komunikasi dan koordinasi aparatur pemerintah, dari mulai tingkat RT sampai pemerintah kota.

“Mengenai persoalan ini, semoga bisa cepat dicarikan solusi,” kata Yandi.Dia beranggapan, selama ini pemerintah setempat belum bisa mengimplementasikan kebijakan dengan baik.Padahal, sejak lama di Pemkot Pontianak punya program yang menegaskan bahwa tidak boleh ditemukan anak-anak yang putus sekolah karena keterbatasan biaya.

Bahkan dalam kebijakan tersebut, jelas diterangkan bahwa jika masih ditemukan keluarga miskin dan anak putus sekolah, maka lurah setempat akan dicopot dari jabatannya.
“Kejadian ini jadi kado buruk bagi Kota Pontianak yang akan merayakan ulang tahunnya ke-248 tahun,” ujarnya.

Ke depan, Yandi berharap seluruh dinas terkait untuk pro aktif dalam melakukan pendataan.Sebab bisa jadi, keluarga tersebut bukan satu-satunya yang mengalami nasib serupa.
“Sekarang kita minta untuk segera dicarikan solusi bersama,” tutupnya.Ini foto-foto rumah Lena yang mirip kandang ayam.

PENYEBAB Keluarga Lena Huni Gubuk Bermaterial Seng Bekas Kandang Ayam, Anak Terpaksa Putus Sekolah
PENYEBAB Keluarga Lena Huni Gubuk Bermaterial Seng Bekas Kandang Ayam, Anak Terpaksa Putus Sekolah
PENYEBAB Keluarga Lena Huni Gubuk Bermaterial Seng Bekas Kandang Ayam, Anak Terpaksa Putus Sekolah
PENYEBAB Keluarga Lena Huni Gubuk Bermaterial Seng Bekas Kandang Ayam, Anak Terpaksa Putus Sekolah
PENYEBAB Keluarga Lena Huni Gubuk Bermaterial Seng Bekas Kandang Ayam, Anak Terpaksa Putus Sekolah
PENYEBAB Keluarga Lena Huni Gubuk Bermaterial Seng Bekas Kandang Ayam, Anak Terpaksa Putus Sekolah
PENYEBAB Keluarga Lena Huni Gubuk Bermaterial Seng Bekas Kandang Ayam, Anak Terpaksa Putus Sekolah
PENYEBAB Keluarga Lena Huni Gubuk Bermaterial Seng Bekas Kandang Ayam, Anak Terpaksa Putus Sekolah