Viralnesia – Ada kejadian yang tidak disangka oleh siapa saja, bahkan mungkin oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Dalam laga final Piala Dunia 2018, pertandingan antara Prancis vs Kroasia diwarnai sebuah insiden yang membuat citra keamanan Piala Dunia 2018 agak sedikit tercoreng.

Memang, dalam laga final banyak sekali orang-orang yang berada di stadion. Selain atlet dan penonton, tentunya para pengisi acara. Meskipun panggung Piala Dunia memang menjadi panggung milik siapa saja, tapi bukan berarti bisa ke lapangan saat laga tengah berlangsung.

Pertandingan Sempat Tertunda Beberapa Saat

Pertandingan antara Prancis dan Kroasia terpaksa dihentikan beberapa saat karena terjadi insiden masuknya empat orang asing yang tidak dikenal ke dalam lapangan. Empat orang tersebut mengenakan seragam polisi.

Siapa sangka, ternyata empat orang tersebut merupakan personel sebuah grup musik dengan genre punk rock bernama Pussy Riot.

Tentunya ini menjadi sebuah insiden yang memalukan untuk event kelas dunia. Untung saja yang mereka bawa hanyalah tuntutan aksi eksistensialis semata. Bayangkan jika mereka berempat membawa bom bunuh diri, berapa banyak orang yang cedera? Apalagi beberapa saat sebelumnya, ISIS sempat menyatakan akan membuat rusuh di Piala Dunia 2018.

Aksi Dan Tuntutan Pussy Riot

Setelah ditangkap, Pussy Riot menyampaikan keterangan melalui akun media sosialnya terkait aksi tersebut. Mereka melakukan aksi di Piala Dunia 2018 supaya pemerintah Rusia bersedia menuruti enam tuntutan yang telah dibuat.

Enam tuntutan yang diajukan adalah:

  1. Membebaskan seluruh tahanan politik yang ada di Rusia.
  2. Tidak memenjarakan aktivis LGBTQ.
  3. Menghentikan penangkapan ilegal aktivis dan masyarakat yang melakukan unjuk rasa.
  4. Demokrasi yang seluas-luasnya dengan membiarkan persaingan politik di Rusia.
  5. Menghentikan tuduhan kriminal tanpa alasan yang jelas. Menghentikan pemenjaraan orang tanpa alasan kuat.
  6. Mengembalikan polisi duniawi ke polisi surgawi.

Dari enam tuntutan tersebut yang agak membingungkan adalah poin keenam, yaitu mengembalikan polisi duniawi ke polisi surgawi. Entah apa maksudnya, mungkin saja yang diinginkan oleh grup band punk rock ini adalah ingin mengembalikan esensi polisi sebagai pengayom masyarakat.

https://www.youtube.com/watch?v=ivT-I-yxtdY