Viralnesia – Sudah lama bangsa Indonesia dibohongi oleh sejarah yang dibelokkan atau dipalsukan. Salah satu yang paling membekas adalah sejarah tentang perang bubat. Menurut kisah-kisah yang selalu diceritakan, pasti disebutkan bahwa kejadian tersebut merupakan konflik antara kerajaan Majapahit dengan Pajajaran.

Sebuah Kesalahan Besar

Adalah sebuah kesalahan yang mungkin tidak termaafkan jika mempercayai begitu saja adanya konflik antara Majapahit dengan Pajajaran. Tapi perlu digarisbawahi bahwa Perang Bubat memang ada, dan benar-benar terjadi.

Perang tersebut bukan antara Majapahit dengan Pajajaran melainkan antara Majapahit dengan Pakuan. Bahkan untuk dikatakan Majapahit pun tidak sepenuhnya benar, karena yang berperang adalah pasukan khusus dari Gajah Mada dengan kerajaan Pakuan.

Pakuan merupakan calon besan dari Majapahit, karena pada saat itu Hayam Wuruk sedang akan melangsungkan pernikahan dengan Pitaloka. Sayangnya, pernikahan ini harus dirusak oleh ayah dari Pitaloka, karena mereka berencana melakukan kudeta.

Perang Bubat Bukan Antara Majapahit Dan Pajajaran, Tapi…

Untungnya rencana mereka didengar oleh telik sandi pasukan Gajah Mada. Sebagai Maha Patih, tentunya sudah menjadi tugas dan kewajibannya untuk memastikan keselamatan Hayam Wuruk dan Majapahit. Karena itu diseranglah rombongan kerajaan Pakuan.

Kesalahpahaman Berujung Tragis

Sekilas, apa yang sudah dilakukan oleh Gajah Mada dari sudut pandang bela negara memang sudah tepat. Hanya saja ia tidak mengomunikasikannya dulu dengan Hayam Wuruk. Sehingga kejadian yang terjadi berikutnya lebih membuat hati terharu.

Pitaloka yang hanya mendengar kabar bahwa ayahnya meninggal karena dibunuh oleh pasukan Majapahit, akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Ia ingin melakukan bela pati untuk mendiang ayahnya. Tanpa konfirmasi dulu ke Hayam Wuruk, Pitaloka pun memutuskan untuk mencabut nyawa.

Tinggallah Hayam Wuruk yang terpuruk dalam kesedihan. Untuk waktu yang cukup lama, ia membenci Gajah Mada, karena ia menganggap Gajah Mada menjadi penyebab dari kematian kekasihnya. Hingga akhirnya Hayam Wuruk memutuskan untuk tidak menikah atau selibat.

Lalu dimanakah posisi Pajajaran? Pajajaran adalah sebuah kerajaan kecil yang luasnya setingkat kecamatan. Sedangkan Prabu Siliwangi bukanlah raja dari Pajajaran, melainkan Maha Raja dari kerajaan Galuh.