83 / 100 Skor SEO

viralnesia - Angka penularan virus corona (COVID-19) di Indonesia terus meningkat. Persatuan perawat meminta masyarakat untuk melakukan jaga jarak.

"Saya kira jaga jarak ini dilakukan masif dan polisi wajib untuk tindak tegas," ucap Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia, Harif Fadhillah, saat dihubungi,melalui sambungan telfon.

Menurutnya masih ada masyarakat yang abai jaga jarak. Sehingga, perlu ada ketegasan peraturan.

Pihak kepolisian bekerja sangat extra demi menekan angka pengembangan virus covid-19 dan di temukannya 16 orang ditetapkan sebagai tersangka karena tidak mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap di rumah dan menjaga jarak di tengah wabah corona.

Mereka ditangkap dari sejumlah kafe di bilangan Bendungan Hilir dan Menteng, Jakarta Pusat.16 orang ini terpaksa harus berurusan dengan petugas kepolisian setelah kedapatan keluyuran dan tidak mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap di rumah.

Tak hanya pengunjung, pemilik kafe juga ikut ditangkap polisi.

Padahal sebelumnya sudah diberi peringatan agar mereka membubarkan diri, tetapi tak diindahkan oleh para tersangka.

Untuk masyarakat yang mengikuti anjuran pemeritah lebih memilih beraktifitas di rumah dalam mengisi waktu luang masyarakat bermain permainan Real Bola yang dapat di mainkan oleh semua kalangan masyarakat.

Meski tidak ditahan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan para tersangka dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dilakukan pemeriksaan lantaran ancaman yang diterima 1 tahun penjara.

“Sementara ini ke-16 orang tersebut masih proses pemeriksaan, karena ancamannya 1 tahun penjara. Yang bersangkutan memang tidak dilakukan penahanan tapi prosesnya tetap berjalan,” ucapnya.

Hal tersebut dilakukan sesuai dengan ancaman pidana UU No.6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan Pasal 9 (1) dengan ancaman penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp100.000.000.

Selain itu mereka juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga jarak saat pandemi corona.