yandex
Berita UmumWisata

5 Pesona Alam Bukit Dieng Yang Di Rindukan

Viralnesia - Pesona alam bukit dieng yang menakjubkan sangat dirindukan bagi siapa saja yang pernah kesana tentu ingin kembali dan kembali lagi.

Keindahan alam dieng memang tak perlu diragukan, kota yang berada di tengah kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara ini bahkan disebut sebagai ‘negeri-nya para dewa’.

Pesona alam bukit dieng yang sangat luar biasa cantik.

Tak hanya pemandangan alam yang bisa kita lihat cantik, kita dapat melihat dealer live casino WAMA88 yang tak kalah cantiknya.

Dieng, yang lokasinya berada di dataran tinggi ini sebenarnya sebuah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa yang memiliki beberapa puncak dan kepunden kawah.

Hal ini menyebabkan di kawasan bukit dieng terdapat berbagai macam fenomena alam vulkanis yang sangat menarik untuk dipelajari, dan jadi spot selfie tentunya.

Berikut 5 pesona bukit dieng yang menakjubkan :

  1. Pemandangn Bukit Sikunir
    Bukit Sikunir ini kecil-kecil cabe rawit Walau bentuknya kecil untuk ukuran bukit dan jalur trecking-nya pun hanya sekitar 30 menit dari kaki bukit-nya.
    Pesona Alam Bukit DiengBukit ini merupakan salah satu spot golden sunrise terbaik di Indonesia loh. Semburat warna emas ditengah kelamnya langit, mengikis secara perlahan gelapnya langit menjadi biru.
  2. Pemandangan Telaga Warna
    Telaga Warna berada di ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, dan dikelilingi oleh bukit-bukit tinggi yang menambah pesona keindahan alam sekitarnya.
    Pesona Alam Bukit DiengKeindahan telaga warna akan lebih terasa saat Boboers naik ke salah satu bukit yang mengelilingi telaga ini, harmonisasi alam dengan udara yang sejuk dan bersih membuat suasana Telaga Warna bukit Dieng begitu memikat.

    Baca juga : 5 Manfaat wortel dikonsumsi setiap hari 

  3. Pemandangan Telaga Pengilon
    Sebenarnya ada banyak telaga yang berada di kawasan Dieng, tapi karena Telaga Pengilon dan telaga Warna letaknya berdekatan, jadi lebih gampang dikunjungi.
    Pesona Alam Bukit DiengWalau lokasinya berdekatan, tapi Telaga Pengilon ini memiliki karakteristik yang beda.
    Telaga Pengilon memiliki warna air yang jernih tidak berwarna seperti pada Telaga Warna.
  4. Batu Pandang Ratapang Angin
    Batu Pandang bukit dieng atau juga disebut Batu Pandang Ratapan Angin ini letaknya dekat dengan Dieng Plateu Theater.

    Pintu masuknya pun sama dengan Dieng Plateau Theater,  jadi kalau Boboers mau kemari bisa sekalian mampir ke theater-nya buat nonton film soal vulkanologi.
    Pesona Alam Bukit DiengSetelah parkir di Dieng Plateau Theater Boboers tinggal jalan kaki menyusuri perkebunan kentang sekitar 10 menit.

    Sesuai namanya ‘Batu Pandang’ di lokasi ini memang ada batu gede yang biasa dipakai untuk menikmati keindahan alam disekitarnya, seperti pemandangan Telaga Warna, Telaga Pangilon dan Gunung Prau yang membentang menghiasai alam bukit dieng.

  5. Candi Arjuna
    Candi Arjuna merupakan salah satu candi yang berada di dalam Komplek Percandian Arjuna. Komplek candi Hindu ini terdiri dari lima Candi yaitu Candi Arjuna, Candi Puntadewa, Candi Srikandi, Candi Sembadra dan Candi Semar.
    Pesona Alam Bukit DiengLokasinya yang berada pada ketinggian 2093 meter diatas permukaan laut (mdpl), membuat Boboers yang jalan-jalan cantik kemari engga cuma bisa belajar sejarah, tapi juga menikmati panorama dataran tinggi bukit dieng yang subur dan sejuk.

    Deretan lekuk perbukitan yang menawan serta hamparan kabut khas dataran tinggi menjadi suasana khas yang menenangkan.

    Berdasarkan catatan sejarah, Kompleks Candi Arjuna merupakan candi tertua di tanah Jawa.

    Diperkirakan kompleks candi ini dibangun pada awal abad ke-9 Masehi, karena ditemukannya sebuah prasasti dengan aksara Jawa kuno pada sekitar tahun 731 Caka (tahun 809 masehi).

    Yang menjadi prasasti tertua yang disimpan di Galeri Museum Nasional, Jakarta.

    Dengan ketinggian mencengangkan 2.060 m di atas permukaan laut, Dieng mempunyai iklim dataran tinggi subtropis yang berbeda di bawah kategori iklim Köppen ( Cwb ).

    Pada musim kemarau singkatnya (yang secara meteorologis serasi dengan musim dingin Hemispherical Selatan), curah hujan jauh lebih sedikit ketimbang jangka waktu monsunnya yang panjang.

    Dikenal sebab iklimnya yang dingin, suhunya bahkan bisa turun hingga 2 derajat (beriringan dengan angin yang turun hingga -2º) di puncak musim kemarau.

    Meskipun jarang, salju telah direkam setiap tahun, terutama di malam hari dan pagi hari bulan Juli dan Agustus.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button