Viralnesia - Bujet Miras Kim Jong Un alias rocketman sangat fantastis. Pimpinan tertinggi Korut saat ini dikabarkan meninggal dunia. Kabar ini diberitakan jaringan televisi Hong Kong.

Namun sebuah majalah di Jepang melaporkan bahwa diktator Korut yang dijuluki 'Pria Roket' itu masih berada dalam kondisi vegetatif setelah menjalani operasi jantung di awal bulan ini.

Namun hingga kini informasi resmi soal ini belum terungkap secara resmi oleh pemerintah Korut.

Lantas, bagaimana sebenarnya riwayat penyakit  Bujet Miras Pria Roket Tembus Rp 465 M kini berusia 36 tahun tersebut?

Bujet Miras Kim Jong Un
Bujet Miras Kim Jong Un Tembus Rp 465 M

Seperti Pegulat Sumo Bujet Miras Kim Jong Un Sangat Tinggi

Kim Jon Un memiliki berat rata-rata seperti pegulat Sumo, perokok berat, dan berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan diabetes, seperti ditulis Realbola, dikutip Minggu (26/4/2020).

Bujet Miras Kim Jong Un Tembus Rp 465 M yang dipercaya memiliki berat badan sekitar 300 pound, dengan tinggi badan hanya 5 kaki 6 inci.

Kim merupakan perokok berat, yang bisa menghisap empat bungkus rokok dalam satu hari.

Tekanan darah tinggi Kim dipicu dari kecintaannya terhadap keju dan anggur, seperti dilaporkan Newsweek beberapa tahun lalu.

Ia pernah absen dari keramaian publik setelah melahap terlalu banyak keju yang dipesan dari Swiss.

Bahkan, 4 tahun lalu Bujet Miras Pria Roket Tembus Rp 465 M mengalokasikan anggaran untuk minuman keras mencapai US$ 30 juta atau Rp 465 miliar (asumsi kurs Rp 15.500/US$), menurut laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Tingginya Bujet Miras Kim Jong Un Menyebabkan Dirinya Terkena Kista

Pada 2012 silam, majalah tersebut melaporkan bahwa Bujet Miras Kim Jong Un Tembus Rp 465 M.

Berat badam Kim yang terus bertambah membuat ia terkena kista di pergelangan kakinya dan membutuhkan operasi untuk diangkat.

Kim naik sebagai pucuk pimpinan Korea Utara pada 2011 setelah ayahnya Kim Jong II meninggal karena serangan jantung pada usia 70 tahun.

Kim Jong II mengambil alih tahta pada 1994, setelah ayahnya Kim II Sung meninggal karena serangan jantung.

Kim Jong II juga merupakan seorang perokok aktif dan penderita diabetes.

Bahkan, ia pernah menugaskan para ilmuwan di Korea Utara untuk menggandakan rokok favoritnya Rothman's dengan tembakau yang tumbuh di kawasan Afrika.

Penugasan tersebut diperintahkan Kim, bahkan saat ratusan ribu warga Korea Utara meninggal karena kelaparan pada 1990, seperti dikatakan Ahli Biologi Kim Hyeongsoo dalam sebuah konferensi pers HAM beberapa tahun lalu.

Kim Hyeongsoo mencatat bahwa Kim Jong II mengirimkan lusinan ilmuwan untuk membuat afrodisiak bagi dirinya sendiri.

Kim juga teridentifikasi menyukai makanan olahan. Bahkan, ia pernah mengirim pembantu pemerintah ke Beijing hanya untuk mengambil Big Mac di McDonald's.

Sampai saat ini, riwayat medis keluarga Kim juga masih dikaitkan dengan riwayat misterius lainnya.

Selama 50 tahun berkuasa, Kim sempat tertangkap kamera saat dalam perjalanan ke luar negeri yang menunjukkan dia memiliki sebuah benjolan seperti bola tenis di belakang lehernya.

Japan Times mengungkapkan benjolan tersebut dianggap kerap kali disembunyikan dengan hati-hati dalam foto-foto yang muncul tentang penguasa di Korea Utara.