yandex
Berita ViralEntertainmentTrending

Sudah Gonta-ganti Nomor, Mengapa Ferdian Paleka Masih Terlacak?

Viralnesia - Ferdian Paleka ternyata sempat kabur ke Palembang dan disebut sering gonta-ganti nomor ponsel. akhirnya tertangkap juga setelah dirinya dan salah seorang temannya masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) akibat ulang prank 'sembako sampah' yang ia lakukan.

"Selama pelarian dia gonta ganti nomor ponsel," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Hendra Suhartiyono kepada wartawan.

Lantas apakah pelacakan memungkinkan sekalipun berulang kali mengganti nomor ponsel?Pakar keamanan internet dari Vaksincom Alfons Tanujaya mengungkapkan, "Di zaman digital ini hampir mustahil untuk bisa menyembunyikan diri ya," ujarnya membuka percakapan.

Gonta-ganti Nomor
Gonta-ganti Nomor, Kenapa masih terlacak?

Menurutnya, meski kebanyakan orang berpikir bahwa nomor ponsel adalah hal yang berperan dalam pelacakan, nyatanya ponsel sendiri dilacak sekalipun sudah berulang kali mengganti nomor ponsel.

IMEI adalah hal yang umum dan biasanya digunakan untuk mengidentifikasi ponsel, misalnya Kemenperin mendeteksi ponsel BM juga dengan memeriksa IMEI.

"Asalkan HP-nya tetap itu, pergerakan tidak bisa disembunyikan," lanjutnya.

Meski begitu, ketersediaan sinyal juga dibutuhkan. Ketika orang pergi ke tempat yang jauh dari jangkauan seperti gua atau hutan, maka akan lebih susah terlacak. Tapi jangan senang dulu, Alfons menyebutkan hal itu hanya akan memperlambat waktu penangkapan saja. Secara realistis dalam jangka panjang pasti terlacak pergerakannya.

"Lebih baik kalau ada kasus hukum sportif saja menyerahkan diri kepada pihak berwajib dan selesaikan secara baik-baik. Kalau salah ya terima hukumannya dan minta maaf. Lalu jangan diulangi lagi. Daripada melarikan diri malah memperberat kasus dan menambah ancaman hukuman," kata Alfons.

Sementara Itu, Balada YouTuber Ferdian Paleka dan kedua rekannya tak selesai hingga di balik jeruji

Sudah Gonta-ganti Nomor Ponsel, Mengapa Ferdian Paleka Masih Terlacak?
Ferdian Paleka

Aksi jahil atau prank membagikan dus sembako berisi sampah kepada waria dan anak kecil, berhadiah 'bully-an' padanya oleh sesama tahanan di sel Satreskrim Polrestabes Bandung.

Aksi perundungan itu terekam melalui tiga potongan video yang masing-masing berdurasi 19 hingga 49 detik. Terlihat Ferdian cs berkepala gundul dan nyaris bugil menjadi sorotan kerumunan penghuni sel yang lain.

Entah bagaimana urutannya, dalam potongan berdurasi 49 detik terlihat Ferdian dan salah seorang rekannya disuruh melakukan push up. Terlihat sorak sorai dari sejumlah tahanan lapas yang lain.

Terlihat wajah konten kreator berusia 21 tahun itu memelas dan matanya berkaca-kaca penuh ketakutan. Di sekelilingnya tampak tahanan lain mengamati, dan sesekali melakukan kontak fisik kepadanya.

"Cik ngomong abdi jelema belegug kituh, (coba katakan saya orang bodoh)," kata salah seorang pria yang terdengar dalam video tersebut.

"Abdi jelema belegug (saya orang bodoh)," tiru Ferdian dengan mata gamang.Kejadian itu berlanjut dengan pria di balik layar ponsel kembali meminta Ferdian untuk mengucapkan hal yang sama berulang-ulang.

"Iya bagaimana bang?" balas Ferdian tak bisa menirukan.

Dalam potongan video lainnya yang berdurasi 32 detik, Ferdian yang tengah duduk sambil menggenggam gelas air mineral kemudian diminta berdiri dan masuk ke dalam sebuah tempat sampah berwarna kuning. Ia diminta berdiri dan membalikkan badan.

Di video terakhir yang berdurasi 19 detik, terlihat Ferdian mendorong tong sampah berisi temannya. Ia diminta untuk menirukan ucapan "Guys ini sampah," sambil bergerak memutar.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya kejadian itu terjadi karena adanya ketidaksukaan tahanan yang lain dengan Ferdian.

"Itu terjadi karena tahanan lain tidak suka terhadap kelompok ini, karena memberikan bantuan berupa sampah, mereka tidak suka. Sehingga tahanan lain melakukan pembullyan terhadap Ferdian cs," ujar Ulung di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (9/5/2020).

Ponsel Diseludupkan Lewat Makanan

Gonta-ganti nomor
Gonta-ganti nomor, ternyata ponsel diselundupkan di dalam makanan

Ulung mengatakan pihaknya sudah mengamankan ponsel yang digunakan untuk merekam peristiwa itu. Diduga ponsel itu milik tahanan yang diselundupkan lewat makanan

"Rekaman itu didapatkan dari handphone tahanan yang membully Ferdian cs, itu didapatkan pada saat makanan yang dimasukkan ke dalam tahanan, pada pandemi ini Polrestabes tidak menerima kunjungan kecuali makanan," kata Ulung.

"Mungkin diselipkan pada saat pemberian makanan kepada tahanan, handphone tersebut kini sudah diamankan," ujar Ulung melanjutkan.

Saat ini pun, pihaknya telah melakukan pemeriksaan mendalam terkait kejadian yang menimpa Ferdian. "Kita juga sudah melakukan pemeriksaan kepada penjaga sampai ke tingkat atasnya, untuk mempertanggungjawabkan kejadian ini," katanya.

Sebelumnya, Ferdian bersama kedua rekannya Tubagus dan Aidil ditangkap jajaran gabungan Polrestabes Bandung dan Polda Jabar. Mereka ditangkap karena membuat konten YouTube yang meresahkan, yakni bagi-bagi sembako berisi sampah ke sejumlah waria dan anak kecil.

Ferdian dan Aidil yang kini berstatus tersangka ditangkap pada Jumat (8/5/2020) dini hari di Tol Jakarta-Merak. Sementara Tubagus diserahkan oleh orang tuanya ke polisi beberapa hari sebelumnya.

Untuk Mengetahui Jadwal Bola, Prediksi Pertandingan, Livescore, Statistik Pemain, Berita Bola, dan Info Klasemen, Kunjungi Realbola.net

Related Articles

Back to top button