yandex
Trending

Karantina Pemudik Di Rumah Hantu, Menangis 2 Hari

viralnesia.org - Peraturan dari pemerintah desa Sragen yang akan karantina pemudik bandel di rumah hantu tampaknya efektif. Tiga orang dikarantina di rumah berhantu tersebut menangis ketakutan setelah dihampiri oleh sosok gaib.

Mereka sangat ketakutan dan bersumpah tidak akan melanggar peraturan larangan mudik dari pemerintah

Kunjungi Realbola.net untuk mengetahui informasi bola terbaru, jadwal bola, prediksi pertandingan.

Merasakan Kehadiran Sosok Ghaib di Rumah Hantu

Kepala Desa Sepat, Mulyono mengatakan ketiga pemudik itu dari Jakarta, Kalimantan, dan Lampung.

Sesampainya mereka didesa ini, mereka diminta untuk melakukan karantina selama 14 hari.

Namun, karena tidak patuh dan tertib, karantina pemudik dilakukan di sebuah rumah berhantu.

"Dan selama dua hari mereka menangis karena setiap malam hari mereka merasakan dihadiri dan dibayangi oleh hantu di rumah tersebut," kata Mulyono

Baca Juga : 3 Siswi SMA Lepas Bra Di Kalimantan Tengah

Menjalani Karantina Dirumah OrangTua 

Setelah kejadian itu, orang tua memohon kepada kepala desa agar anak-anak mereka dilepaskan dan menjalani karantina di rumah.

Mulyono akhirnya setuju dengan catatan kalau orang tua harus terus mengawasi anak-anak mereka.

"Orangtuanya berjanji dan setuju untuk membantu mengawasi anak-anak mereka", kata Mulyono. Dan Mulyono pun akhirnya membebaskan ketiga pemudik bandel tesebut

karantina pemudik di rumah berhantu
karantina pemudik di rumah berhantu
Tujuan Karantina Di Rumah Hantu

Adapun rumah hantu yang digunakan untuk karantina pemudik itu adalah bekas sebuah gudang tas yang sudah 10 tahun dibiarkan kosong.

Mulyono berharap tidak ada lagi yang keraskepala ketika diminta untuk melakukan karantina.

"Tujuan dibuatnya karantina dirumah berhantu ini adalah untuk mengkarantina yang bandel, tidak patuh, tidak tertib dan yang tidak bisa diatur lagi oleh keluarganya," Begitulah kata Mulyono kepada viralnesia.

Related Articles

Back to top button