Ungkapan Terima Kasih Fabregas

viralnesia - Nenek buyut Cesc Fabregas mengalahkan Covid-19 di usia 95 tahun! Mereka yang rentan agresi Covid-19 adalah orang-orang berusia lanjut, karena imunitas tubuhnya misalnya waktu masih muda.

Kendati demikian, bukan berarti seluruh orang berusia lanjut sanggup kalah menggunakan virus tadi.

Nenek buyut dari mantan penggawa Arsenal, Cesc Fabregas, sudah membuktikannya. Di usia yang sudah 95 tahun, dia mengambarkan bahwa Covid-19 tidak mampu menghentikan dirinya buat terus menyaksikan aksi Fabregas.

Nenek buyut Cesc Fabregas diketahui sempat dinyatakan positif terserang virus Corona. Tetapi yang terbaru, Fabregas mengumumkan bahwa sang nenek telah pulih dari penyakit tersebut.

Kabar baik itu beliau sampaikan melalui media umum Twitter miliknya. "Dia sudah melewati virus pada usia 95 tahun, output tes yang keluar merupakan negatif!" tulis laki-laki berasal Spanyol tersebut.

Dalam dunia sepak bola memiliki hiburan dalam bentuk permainan yang menguntungkan, yang bisa kita lihat langsung di situs realbola.

Ungkapan Terima Kasih Cesc Fabregas

Fabregas jua turut berterimakasih pada tim medis yang senantiasa membantu pemulihan sang nenek. Lantaran tanpa mereka, bukan tidak mungkin orang terkasihinya itu merenggang nyawa.

Ungkapan Terima Kasih Fabregas

"Nenek buyut aku adalah pahlawan super, akan tetapi ini takkan mungkin terjadi tanpa bantuan semua perawat & dokter yang mempertaruhkan nyawanya di setiap momen sebagai akibatnya kami seluruh mampu membaik dan hidup sedikit lebih baik pada masa-masa sulit," lanjutnya.

Nenek buyut Fabregas sendiri dirawat pada Barcelona, Spabnyol. "Rasa hormat kami yang mendalam. Tidak terdapat yang tidak mungkin," katanya.

Fabregas tahu bagaimana sulitnya masa-masa pandemi virus Corona yang melanda poly negara, termasuk Prancis yang adalah tempatnya bermukim. Klubnya, AS Monaco, harus mendapatkan pukulan telak dampak virus tadi.

Ungkapan Terima Kasih Cesc Fabregas
Ungkapan Terima Kasih Cesc Fabregas

Seperti yang diketahui, pagelaran Ligue 1 harus ditunda sesudah virus tadi merebak di Prancis. Dan yang terbaru pemerintah tetapkan buat menghetikan Ligue 1 spesifik isu terkini 2019/20.

Jelas, klub yang menjadi korbannya. Beruntung Monaco punya pemain seperti Fabregas yang merelakan gajinya tidak dibayarkan sampai bulan Juli mendatang. Hal itu ditujukan supaya klub sanggup bertahan.

Sampai kini belum diketahui bagaimana akhir berdasarkan klasemen Ligue 1 trend ini. Antara gelar diberikan kepada PSG yang sedang berada pada puncak klasemen atau meniadakan musim 2019/20 misalnya yang dilakukan pentas papan atas Belanda, Eredivisie.

BACA JUGA : Lionel Messi Menolak Jual Coutinho