yandex
Berita UmumLifestyle

Terlambat Menikah Membuat Lebih Bahagia

Terlambat Menikah - Saat usia perempuan masuk 25 tahun dan belum menemukan perihal jodoh, Akan banyak orang di sekelilingnya yang justru ikut khawatir. Padahal walaupun sudah memiliki pasangan kemungkinan pernikahan memang belum menjadi prioritas bagi seseorang.

Simak Artikel Terlambat Menikah Membuat Lebih Bahagia Menurut Hasil Studi

Terlambat Menikah Membuat Lebih Bahagia
Terlambat Menikah Membuat Lebih Bahagia

Akhirnya karena didesak terus  di banyak kasus orang-orang jadi ‘terpaksa’ menikah karena desakan sosial ini. Bisa jadi orang yang dinikahi tak benar-benar dicintai atau yang lebih buruk bisa jadi ternyata orang tersebut tidak memiliki kecocokan satu sama lain.

Jangan terburu-buru dan jangan gentar dengan hal-hal yang secara tidak langsung mendesak Anda. Banyak sumber yang menulis  menurut penelitian, Terlambat menikah justru menjamin kebahagiaan pernikahan di masa mendatang.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam Journal of Family Psychology dan dilakukan University of Alberta menemukan, mereka yang terlambat menikah atau lebih lambat dari teman-temannya ternyata mempunyai level kebahagiaan dan kepercayaan diri lebih tinggi dibanding mereka yang menikah muda.

Tak hanya itu, menikah di usia matang juga menunjukkan rendahnya risiko depresi dan cerai. Sang peneliti, Matt Johnson menyampaikan tujuannya adalah mengetahui usia ideal untuk menikah.

Matt Johnson, peneliti ekologi keluarga dari University of Alberta, menjelaskan bahwa alasan utama kelompok responden yang tidak bahagia adalah belum siap dengan perkawinan sehingga membuat mereka merasa tertekan.

"Orang-orang yang menikah dini cenderung tidak mendapatkan pendidikan tinggi dan luas, sibuk mengurus anak sehingga terjebak dalam karier yang tidak mereka inginkan,” jelas Johnnson dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan, orang-orang yang menikah lebih awal cenderung mengalami penurunan harga diri dan tidak percaya diri. Mereka yang terlambat menikah atau lebih tua justru melaporkan kesejahteraan yang lebih baik kemudian hari.

"Orang-orang yang melakukan hal-hal tepat waktu mendapatkan persetujuan sosial - keluarga menyetujui, teman menyetujui - sehingga membuat transisi tampak lebih normal dan lebih mudah," katanya.

"Kami tidak menemukan bahwa menikah terlambat adalah negatif dalam hal kesejahteraan subjektif masa depan. Bahkan, menikah terlambat lebih baik dibandingkan menikah dini."

Selain itu, penelitian juga menyebutkan, orang-orang yang dianggap telat menikah memperlihatkan hidup yang minim tekanan dan risiko menderita depresi lebih rendah. Johnson mengungkapkan, menikah pada usia lebih tua tak berarti tidak ada risiko, terutama bagi perempuan.

Menurut penjelasan yang ditinjau oleh dr. Kevin Adrian, hamil saat usia mencapai di atas 35 tahun memang cenderung berisiko mengalami beberapa gangguan, seperti diabetes gestasional dan preeklamsia.

BACA JUGA : Alamat Situs Game Roullette Uang Asli Pilihan Player Pro

Memutuskan memiliki anak pertama maupun anak selanjutnya pada usia 30 atau 35 tahun ke atas bisa jadi keputusan yang penuh dengan pertimbangan kesehatan. Namun, lewat persiapan yang matang, ibu hamil dengan usia lebih dari 35 tahun tetap bisa melahirkan bayi yang sehat dan normal.

Terakhir, Johnson menyebutkan, menikah pada usia matang bisa jadi penyeimbang untuk Anda menemukan seseorang yang benar-benar cocok dan terbaik. Namun, secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa menikah, terlepas kapan Anda melakukannya, membuat diri lebih bahagia ketimbang mereka yang sama sekali tidak menikah.

Terlambat Menikah Membuat Lebih-Bahagia
Terlambat Menikah Membuat Lebih-Bahagia
BACA JUGA : Wanita Tangguh Bernama Raden Ajeng Kartini

Ada pun partisipan pria rata-rata menikah di usia 28 tahun dan partisipan perempuan di usia 25 tahun. Survei dilakukan pada 405 orang Kanada yang lulus SMA dan usia paruh baya di 1984 yang menikah di usia muda dan usia tua untuk melihat seberapa bahagia dan tenang pernikahan berdasarkan usia saat pertama kali menikah.

Sementara di abad 21, usia pernikahan kian mundur karena banyak generasi masa kini harus menjalani pendidikan tinggi dan bekerja. Biasanya, mereka tidak terburu-buru membina rumah tangga sebelum benar-benar mapan.

Daripada terus dihantui kekhawatiran soal jodoh dan menikah, tidak ada salahnya untuk berfokus pada peningkatan kualitas diri. Selain itu, bagaimana membahagiakan dan memapankan diri.

Ada cara mudah untuk cepat mapan dan dilakukan dengan mudah hanya modal Handphone, internet dan rekening. Semua orang pasti menyukai game online apalagi jika bermain game online bisa membuat dompet tebal. Patut dicoba dan diperdalam agar menjadi lebih jago dalam permainan dan bisa stabil menghasilkan uang. Jika berminat silakan daftarkan diri kalian di Wama88.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button