Viralnesia– Kematian, ataupun berakhirnya hidup seseorang, tentu akan menyedihkan bagi orang-orang yang merasa punya kedekatan dengan seseorang itu. Bermacam kenangan pasti akan menyeruak dari dalam pikiran dan membuat kita terdiam beberapa saat, bahkan tak terasa air mata pun akan menetes. Demikian juga halnya dengan salah satu aplikasi berkirim pesan secara online yang merupakan salah satu layanan dari Yahoo, yaitu Yahoo Messenger yang dulu lebih populer dengan sebutan YM. Saya merasakan kesedihan yang tipis-tipis, tapi tetap saja itu merupakan kesedihan.

Secara resmi, Yahoo telah menyatakan bahwa Yahoo Messenger sudah berakhir masa hidupnya pada tanggal 17 Juli 2018 setelah mengudara selama kurang lebih dua puluh tahun. Dalam pemberitahuan resminya, pihak Yahoo menyatakan akan membuat tool baru, tapi masih dalam versi beta, karena sifatnya eksperimental dan hanya untuk kalangan khusus. Tool tersebut diberi nama: Yahoo Squirrel.

Yahoo menyarankan untuk para pengguna Yahoo Messenger untuk melakukan back-up pada percakapan-percakapan yang telah terjadi. Mungkin, hanya orang yang benar-benar tabah yang mau melakukan back up pada pesan-pesan yang telah pernah mereka lakukan. Kalau pesan-pesan tersebut mengingatkan pada kenangan yang bisa membuat baper, saya meragukan kalau orang-orang tersebut akan melakukan back-up, contohnya ya saya sendiri.

Saya masih sedemikian ingat kalau YM merupakan penolong saya dalam melakukan kontak dengan seseorang yang cukup dekat dan kami berada dalam situasi dan kondisi berbeda negara dan tentunya berbeda zona waktu. Melakukan kontak telepon, tentunya bakal membuat saya dan teman saya itu dalam kebangkrutan yang nyata. Saya lupa berapa tarif per menitnya, tapi saya ingat tarif short message service (SMS) sebesar lima ratus rupiah. Sepuluh kali mengirim pesan, maka nilai pulsa saya yang sering saya isikan sebesar sepuluh ribu rupiah pun akan terkuras lima puluh persennya.

Penggunaan SMS yang jadi terasa mahal jika diakumulasi pun membuat saya dan teman saya mencari cara agar tetap bisa bersilaturahmi. Akhirnya kami bersepakat untuk bisa tetap berkontak, kami menggunakan YM. Hal itu pun dilakukan dengan berkirim pesan melalui SMS terlebih dahulu. Setelah bersepakat mengenai jam kami dapat berkirim pesan, saya segera meluncur ke warnet terdekat. Jam ramai warnet pun biasanya terjadi sekitar habis magrib sampai jam 12 malam. Perbedaan zona waktu ternyata menguntungkan saya. Teman YM saya ini berada di zona waktu yang enam jam lebih lambat dibandingkan dengan waktu Indonesia Barat. Jika saya mulai online jam dua belas malam, artinya waktu di negara teman saya itu jam enam sore, dan biasanya pada jam-jam tersebut dia sudah ada di rumah sepulang kerja.

Dengan tarif sewa komputer di warnet sebesar tiga ribu rupiah, obrolan selama dua jam hanya akan menghabiskan biaya sebesar enam ribu rupiah. Ya kalau lagi ada rejeki lebih, sebotol teh ataupun secangkir kopi seharga dua ribu sudah cukup menemani saya mengobrol dengan teman saya itu. Jelas lebih murah dibandingkan dengan telepon ataupun SMS kan?

Banyak kisah yang kami pertukarkan selama mengobrol dengan Yahoo Messenger. Tapi, jelas tidak akan saya ceritakan secara rinci dalam tulisan ini. Dan jelas juga, kisah-kisah kami itu tidak akan saya back-up! Sama sekali saya tidak mau ataupun bersedia melakukan back up! Katakan tidak pada back-up pesan Yahoo Messenger!

Biar saja kisah kami hilang menjadi kepingan-kepingan elektron dari triliunan data di dunia maya. Kisah kami hanya akan menjadi bagian dari peradaban virtual saja. Tidak lebih. Yang akan saya ingat, selama ingatan saya di otak saya yang bersifat fana ini, bahwasannya teknologi informasi benar-benar dahsyat. Kecepatan perkembangannya melebihi kecepatan pertumbuhan balita mengkonsumsi susu formula. Usia Yahoo Messenger yang hanya dua puluh tahun ataupun dua dekade ini, menjadi penanda bahwa yang namanya trend di peradaban teknologi informasi terjadi sebagaimana perbandingan umur anjing dengan umur manusia. Satu tahun umur manusia setara dengan tujuh tahun umur anjing. Jadi dua puluh tahun umur YM, bisa setara dengan seratus empat puluh tahun umur manusia. Cukup tua bukan?

Begitulah yang terjadi dengan Yahoo Messenger. Riwayatnya berakhir karena seperti takdir manusia yang pasti juga akan mati, namun pasti akan ada penggantinya. Hadirnya Yahoo Messenger pasti banyak membawa manfaat bagi para penggunanya. Daripada memikirkan back-up pesan, lebih baik move on saja.

 

(end)

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here