Viralnesia – Dunia harus belajar kepada Hitler. Tentunya bukan tentang terkait genosidanya kepada bangsa Yahudi, tapi lebih kepada ketertarikannya ke benda-benda kuno. Bukan tanpa sebab hingga saat ini perkembangan teknologi di negeri Jerman masih sangat maju.

Tidak ada asap kalau tidak ada api. Maju dan berkembangnya teknologi di Jerman tidak lain dan tidak bukan adalah karena jasa dari Hitler. Bila Sang Fuhrer tidak maniak terhadap benda dan ilmu pengetahuan kuno, maka sangat tidak mungkin Jerman akan seperti sekarang.

Bahkan Hitler memiliki divisi tersendiri di Nazi untuk meneliti benda kuno dan tugas utama mereka adalah membangkitkan kekuatan yang tersembunyi di benda-benda tersebut, bagaimanapun caranya.

Kekuatan Multi Dimensi

Kekuatan Multi Dimensi Yoni

Semodern apapun ‘stempel’ yang dilekatkan ke dunia Barat, nyatanya negara-negara di Eropa dan Amerika percaya terhadap kekuatan multi dimensional. Dalam khazanah Nusantara, kekuatan itu disebut sebagai Yoni.

Yoni merupakan sebuah produk teknologi yang didasari oleh kekuatan spiritual. Selain itu proses penciptaannya pun melalui ilmu pengetahuan yang tinggi. Para leluhur Nusantara dapat mengikat energi alam raya melalui laku serta mantra ke dalam suatu medium.

Logam adalah medium yang paling banyak digunakan. Wujudnya bisa beraneka ragam, seperti pataka, keris, tombak, dan sebagainya. Energi semesta yang dinamakan yoni, oleh para Empu dimasukkan melalui pori logam yang terbuka.

Yoni di Masa Modern

Yoni di Masa Modern

Percaya atau tidak, pusaka-pusaka yang berasal dari Nusantara banyak berada di luar negeri. Tidak sedikit dari pusaka tersebut yang membawa yoni teramat sangat kuat. Karena di Indonesia sedang ada hajat, dimana perjanjian 500 tahun penagihan janji sedang berjalan, maka yoni-yoni terpaksa dipanggil pulang ke Nusantara untuk membantu jalannya proses penagihan janji.

Bukan tanpa sebab jika banyak bencana yang dirasa kurang masuk akal terjadi di seluruh dunia. Mulai dari daerah yang seharusnya dingin menjadi sangat panas, gempa bumi, badai, dsb.

Itu merupakan pertanda bahwa Nusantara sedang menata diri. Indonesia harus siap sebagai penopang dunia. Karena itulah yang tertulis dalam serat abadi, Jangka Jayabaya.